Kamis, 29 Januari 2009

CINTA SEJATI = TAK HARUS MEMILIKI



Cinta Sejati = Tak Harus Memiliki


Kriiiiiingg........... Segera ku tekan tombol off pada jam bekerku. “Arghhh.... Masih ngantuk nih..”. Itulah kata-kata yang selalu aku lontarkan setiap pagi. Walaupun begitu, kucoba untuk bangun dari lamunan mimpiku. Dan ketika kulihat dinding kamarku, tepat di kalenderku menggantung. Aku pun ingat bahwa hari itu aku harus mengkuti MOS di SMPku. SMP Pelita Bangsa namanya.
Ketika ku menginjakkan kakiku di sekolah itu, aku mulai merasa bahwa ada sesuatu yang akan terjadi padaku. Entah itu berapa detik, menit, jam, hari, ataupun tahun yang akan datang. Yang pasti aku merasa bahwa kejadian itu berawal saat aku ada di SMP itu.
Pada waktu MOS, aku selalu menuruti keinginan senior-seniorku. Walaupun aku selalu merasa dirugikan oleh seniorku. Walaupun begitu, masih ada satu senior yang membelaku. Kak Hendrik namanya. Tak lupa ku ucapkan rasa terima kasihku padanya, dan ia pun membalasku dengan senyuman.
Sekarang hatiku merasa hampir lega, karena MOS tinggal satu hari lagi!! Tapi, besok semua peserta MOS harus mengumpulkan surat cinta kepada salah satu senior pujaannya. Aku pun sudah tau siapa yang akan menerima suratku nanti. Aku telah membuat sepucuk surat cinta kepada Kak Hendrik yang isinya:
Salam Sayang,
Hari-hari kulalui dengan memikirkanmu dalam lamunan semuku. Aku tak tau mengapa hanya kamu yang kupikirkan selama ini. Ketika ku memikirkamu, ku ingin kau akan berada dalam pelukan hatiku. Namun, semua itu akan sia-sia karena kau hanyalah cinta khayalku yang tak akan pernah dan tak akan bisa ku dapatkan, walaupun hanya dalam mimpi.
Aku hanya bisa berharap kau dapat merasakan hal yang sama sepertiku. Karena ku tak kan bisa hidup tanpa memikirkanmu. Dalam tidurku, ku selalu melihatmu berada di dalamnya. Dan aku harap kau akan selalu menemaniku untuk menjalani semua hari-hari dalam mimpi-mimpiku.

Keesokan harinya,
“Kepada semua junior kelas 1, diharapkan segera mengumpulkan surat cintanya kepada senior pembimbingnya masing-masing.”. Akhirnya, ku kumpulkan surat cintaku yang berwarna pink. Setelah mengumpulkan surat cinta, semua junior disuruh membersihkan halaman sekolah.
Setelah semuanya bersih, semua junior dikumpulkan di aula. Dan ternyata, di aula semua surat cinta dari junior dibagikan kepada senior-senior yang dituju. “Ciieeeyy.. banyak banget sih yang ngirim surat cinta ke kamu, Ndrik?!” kata salah satu senior kepada Kak Hendrik. Karena dia mendapatkan surat cinta yang paling banyak. Setelah selesai, mereka memilih 3 yang terbaik untuk dibacakan oleh setiap seniornya.

Aku gak pernah menyangka dari 3 surat yang harus dibaca oleh Kak Hendrik, ternyata suratku itu salah satunya loh.. Walaupun begitu, aku tetap tak percaya. Soalnya menurutku, suratku itu jelek banget. Dan masih ada kan surat dari junior lain yang lebih bagus. Tapi kenapa kok suratku ikut dibaca juga ya???
Akhirnya MOS pun selesai dan ditutup oleh upacara penutupan MOS. Dan semua senior meminta maaf ke junior. Karena menurut mereka, mereka punya banyak salah ke juniornya.
Sewaktu MOS, aku mempunyai dua orang sahabat. Namanya Annisa dan Silvi. Kita bertiga selalu bersama. Sampai-sampai mereka setia mendengarkan curhatanku. Mereka juga sering curhat ke aku. Dan kita bertiga selalu berusaha mencari solusinya.
Brakk... “Waduh gimana nih, jatuh semua lagi!!” kataku. Entah darimana asal Kak Hendrik datang membantu untuk merapikan tugas Geografiku.
“Makasih kak..” kataku.
“Sama-sama” katanya, “Aku Hendrik anak 9-G..” sambungnya dengan menjulurkan tangannya padaku.
“Ee.. Aku Cacha..” kataku. “Oya.. Sori kak, aku balik dulu soalnya mau ngerjain PR Fisika” sambungku.
“Mau aku bantuin tha, dhek??” tanyanya
“Nggak deh, nanti ngrepotin.” jawabku.
“Gak pa-pa kok, aku malah seneng bisa bantuin orang.” balasnya.
“Ee.. Gimana ya... Yauda deh..” jawabku.
Akhirnya aku dibantu ngerjain PR Fisika sama Kak Hendrik di depan kelasnya. Setelah selesai, tak lupa ku ucapkan terima kasih padanya.
“Makasih ya kak..” kataku.
“Kalo butuh bantuan, bilang aja ke aku. Mungkin aku bisa bantu..” jawabnya.
“Yuph, sekali lagi makasih ya kak..” balasku.
Aku pun kembali ke kelasku. Di kelas, anak-anak ngerjain PR Fisika.
“Cha, pinjem PRmu dunk..” pinta Silvi dan Nisa.
“Nich..” jawabku sembari memberikan PR Fisikaku.
“Hah.. gak biasanya dech, PR kamu selesai semua..” kata Nisa.
“Tadi Kak Hendrik abis bantuin aku sih..” jawabku.
“Ciieeeyy... Enak banget PRmu dikerjain sama kakak kelas. Kak Hendrik lagi!!” seru Silvi.
Setelah hari itu semua hari-hariku berjalan seperti biasanya. pertemananku dan Kak Hendrik pun semakin dekat. Dan gak terasa 2 hari lagi Kak Hendrik mau UNAS!! Tak lupa juga aku kasih support ke dia.
Setelah UNAS selesai, aku merasa kalau aku bakalan sulit buat jauh darinya.
Dan sewaktu acara pelepasan anak kelas 9, mataku berkaca-kacadan gak terasa udah mulai menetes. Soalnya gak ada lagi orang yang bisa kuanggap sebagai kakakku sendiri di sekolah itu, gak ada yang bisa ngajarin aku lagi, gak ada yang bisa ngerjain PRku lagi, dan gak ada lagi dech..
Saat itu ke-2 sobatku masih di kantin. Sedangkan aku di duduk di bangku depan kelasku.
“Ai dhek..” sapa seseorang yang datang dan duduk di sampingku.
“Ai juga kak,..” jawabku sambil mengusap air mataku yang hampir jatuh.
“Ngapain kamu nangis??” tanyanya.
“Ye.. siapa juga yang nangis!!” jawabku ketus.
“Udah dech.. kalo gak mau kutinggalin, bilang aja lagi..” katanya.
“Ihh... Pe-de banget sih..” jawabku.
“Yauda.. nich.. Mungkin kamu bakalan butuh aku.. Tapi, kamu jangan nangis lagi ya..” katanya sembari memberiku no hpnya.
“Makasih ya kak..” jawabku.
“Yuph.. Oya dhek, aku kesana dulu ya..” pamitnya.
Sejak saat itu, aku gak pernah lagi ketemu sama dia. Sampai akhirnya aku telah mulai untuk melupakannya.
Sewaktu aku kelas 8, aku diajak salah satu temanku untuk ikut les B. Inggris. Dan akhirnya aku pun ikut les itu.
Hingga sampai aku kelas 9, ada anak-anak SMA yang masuk ke kelasku sebagai murid baru. Dan ternyata salah satu dari mereka itu, Kak Hendrik!! Aku gak pernah menyangka kalau aku bisa sekelas sama Kak Hendrik. Tapi, aku nggak tau apa dia masih ingat aku apa nggak. Dan kini cintaku yang dulu kupendam bersama dengan kenangannya yang telah lalu, mulai bersemi kembali.
Dan ternyata dia masih ingat aku. Seperti biasa, sebelum kelas dimulai, kita selalu bersenda gurau bersama. Sampai-sampai sewaktu aku pulang les, dia sering nganterin aku pulang ke rumah. Abis.. pulang lesnya, malem sih....
Sekarang aku sudah kelas 10. Dan dia juga sudah kelas 12 jadi sekarang dia sudah jarang les lagi. Walaupun itu memang jalan takdirku, tapi aku tetap gak mau kejadian 3 tahun yang lalu berulang kembali. Aku nggak mau dia tinggalkan aku lagi.
Dan sampai sekarang aku nggak tau apa yang akan terjadi antara aku dan dia nanti. Aku mulai berpikir untuk melupakannya. Tapi, hati dan pikiranku beda pendapat. Walaupun pikiranku berusaha menghilangkan dirinya dari hidupku, namun hatiku tak akan pernah bisa melupakan dia untuk selamanya.
Karena aku tau cinta itu tak harus memiliki dan aku akan berusaha sekuat mungkin untuk berkorban demi orang yang kucintai.

Inspirate...

bY: oka.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar